Share it

Entri Populer

Loading...

Rabu, 16 Februari 2011

CARA MELUNASI KARTU KREDIT

Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.
Sekarang, apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:


  • Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas.


  • Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain.


  • Anda suka terlambat membayar tagihan.


  • Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan, atau Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector.


  • Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat.


  • Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda. Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu.


    LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYAR Suatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.
    "Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?"
    "Maksud Anda, bayar lunas, begitu?" tanyanya.
    "Betul, bayar lunas."
    Tuti ragu sebentar. "Yah, ada, sih.", katanya.
    "Tapi?" tanya saya.
    "Tapi itu."
    "Tapi apa?" tanya saya.
    "Tapi nggak seberapa."
    "Oh, ya?" kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. "Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?"
    "Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan."
    Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.
    "Begini saja" kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:
    Bank Penerbit --- Saldo Hutang --- Suku Bunga --- Jumlah Pembayaran Minimal
    Bank A --------------- 529.100 --------------- 2,75% --------------- 52.910
    Bank B --------------- 717.513 --------------- 2,50% --------------- 71.752
    Bank C --------------- 203.000 --------------- 3,10% --------------- 50.000
    Jumlah ------------ 1.449.613 -------------------------------------- 174.662
    Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?"
    "Betul."
    "Kalau begitu, kita akan mencicil saja," kata saya. "Berapa penghasilan Anda setiap bulan?"
    "Rp 1,8 juta per bulan."
    "Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda."
    "Minimum saya Rp 175 ribu."
    "Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?"
    Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.
    "Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?" tanyanya.
    "Terserah Anda," kata saya. "Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda."
    Tuti berpikir sebentar. "Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan."
    Saya menghitung di kalkulator. "Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan"
    "Hah!!???" Tuti melongo.
    "Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?"
    "Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil."
    Tuti berpikir sebentar. "Okelah"
    "Terus bagaimana pembagiannya?" kata Tuti lagi. "Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?"
    "Tidak, Bu Tuti. Begini. " kata saya. "Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal."
    Tuti melihat lagi ke kertasnya. "Itu berarti, total adalah Rp 174.662."
    "Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?"
    Tuti menghitung di kalkulatornya. "Rp 365.338"
    "Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar."
    "Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?"
    "Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar."
    Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.
    "Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-charge suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu." Kata saya.
    Tuti berpikir sebentar.
    "Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu"
    "Masih ada sisa berarti," kata saya.
    "Dikemanain, nih, sisanya?" tanyanya.
    "Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya," kata saya.
    Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.
    Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan - bahkan menghapus - hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.


    LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG
    Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan "gali lubang tutup lubang." "Wah, Pak Safir nggak bener nih," begitu mungkin pikir Anda. "Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain," begitu pikir Anda lagi.
    Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi "gali lubang tutup lubang" adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi "gali lubang tutup lubang" akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:
    1. Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.
    2. Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar.
    Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit. Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan 'pemotongan' suku bunga. Lumayan, kan?
    Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda.


    LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA
    Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa 'membunuh' Anda pelan-pelan.
    Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.
    Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda. Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai.


  • Jumat, 11 Februari 2011

    PENYELESAIAN MASALAH KARTU KREDIT DAN KTA

    Pusing dengan tagihan Kartu Kredit dan KTA anda, yang semakin membengkak!!!!!!

    Kami adalah Kantor Hukum Yang Dapat Membantu Masalah Anda.
    Ada 2 Solusi untuk menyelesaikan Masalah Anda, Yaitu:

    1.Reschedule adalah cicilan tetap setiap bulan sesuai dengan kemampuan ekonomi
    anda dengan stop bunga s/d 0% (masing2 bank berbeda-beda, ada yang min. cicilan
    per bulan 3% dari total tagihan, namun ada yang bisa hingga 1,5% per bulan.


    2. Pelunasan adalah Discount s/d 50% (masing2 bank berbeda-beda, ada yang
    setelah discount dapat diangsur beberapa kali, ada yang hanya sekali
    pembayaran).

    PERSYARATAN DI DALAM PENGURUSAN:
    1. Billing Statement terakhir (untuk kartu kredit), atau No. Rekening KTA (untuk
    KTA)
    2. Fotokopi KTP
    3. Materai 6000 sebanyak 6 lembar per kartu/KTA
    4. Fee!

    Proses:

    1. Anda pasti akan menandatangani beberapa dokumen seperti surat kuasa, surat
    pernyataan, surat keterangan, surat permohonan keringanan pembayaran, surat
    perjanjian, dll.

    2. Setelah anda mempelajari dan menandatangani dokumen2 tersebut di atas, kami
    akan mengirimkan surat somasi (surat peringatan) kepada bank, yang menerangkan
    bahwa anda sedang dalam masalah kesulitan keuangan (kurang lebih seperti itu).
    Surat somasi ini hanya kami kirimkan sebanyak 1x (tidak seperti kantor2 hukum
    lain yang mengirimkan sebanyak 3x). Bagi kami, pengiriman surat somasi sebanyak
    1x tapi dilanjuti dengan negosiasi jauh lebih baik daripada pengiriman surat
    somasi 1000x tapi tidak ditindaklanjuti dengan negosiasi. (banyak kantor2 hukum
    yang hanya mengirimkan surat somasi ke bank sebanyak 3x tapi tidak pernah
    melakukan negosiasi untuk mendapatkan hasil! Jadi intinya surat somasi tersebut
    hanya menjadi tumpukan sampah tak berguna di bank.)

    3. Negosiasi dengan pihak bank. Bisa melalui telp, atau kunjungan langsung ke
    bank.

    4. Hasil. Setelah somasi dan negosiasi, hasil akan kami terima dan setiap
    perkembangan dari pihak bank akan kami sampaikan kepada anda. Jika anda
    menginginkan reschedule/cicilan tetap, maka akan keluar dalam bentuk draft
    cicilan. Jika pelunasan, kami akan menghubungi anda, dan anda akan datang ke
    bank bersama2 dengan pihak kami untuk melakukan pelunasan.

    BlackList

    Mengenai blacklist, blacklist di Bank Indonesia (BI) terjadi apabila adanya
    pembayaran yang tertunda atau kredit macet. Apabila anda tidak membayar hutang
    anda selamanya, maka nama anda akan diblacklist pula selamanya. Namun jika anda
    membayar lunas hutang anda dan tidak ada riwayat hutang yang menunggak 1
    rupiahpun, maka nama anda tidak akan diblacklist.
    Pada saat anda mendapatkan keringanan, anda akan mendapatkan surat lunas
    (apabila sudah lunas, dan sebaiknya anda minta surat lunas jika hutang anda
    sudah dilunasi), dan nama anda akan otomatis dihapus dari daftar blacklist. Jadi
    intinya anda tidak akan diblacklist jika hutang-hutang anda sudah selesai. Untuk
    reschedulepun, nama anda masih akan diblacklist sampai jadwal reschedule anda
    selesai dibayarkan, dan lunas.


    Kantor kami tidak hanya menerima masalah penyelesaian hutang kartu kredit/KTA,
    namun kami menerima semua masalah-masalah anda, baik berupa masalah perdata
    maupun kasus-kasus pidana. Selain itu kantor kami menerima Jasa hukum tetap di
    kantor / perusahaan anda, baik untuk Perusahaan, Badan Hukum, maupun perorangan
    yang menginginkan adanya jasa hukum tetap.



    INI BUKAN PENIPUAN,
    APABILA TIDAK BERHASIL MAKA DUIT ANDA AKAN KEMBALI!!!!!


    Untuk Info Lebih Lanjut
    Hubungi
    DRAGON TEAM
    02131772664/ 085719125900

    Kamis, 10 Februari 2011

    JASA PENAGIHAN DRAGON TEAM

    Selamat Datang di Blog kami.
    Dragon Team yang  dipimpin oleh Dragon di dirikan pada tanggal 30 Agustus 2005.
     Kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang Pelayanan Jasa Penagihan Hutang  dan Pengamanan untuk Perusahaan atau Perorangan.
    Area layanan kami mencakup seluruh Indonesia.
    Jasa Penagihan terdiri dari:
    - Jasa Penagihan Piutang Perusahaan terhadap Perusahaan Lain
    - Jasa Penagihan Piutang Perusahaan terhadap Perorangan
    - Outsourcing Tenaga Penagih
    - Jasa Penagihan Hutang Perusahaan terhadap Perorangan dan
    - Jasa Penagihan Hutang Perorangan terhadap Orang lain.
     Untuk Jasa Pengaman terdiri dari:
    - Jasa Pengaman Perusahaan
    - Jasa Pengaman Aset
    - Jasa Pengaman Pribadi (Bodyguard) dan Jasa Pengaman Event.
    Staff Tetap yang sudah berpengalaman dan terlatih secara profesional, dan kami dapat menyediakan Staff Lepas sesuai kebutuhan. 
    Profesionalisme Staff kami dalam menjalan tugas melalui beberapa terapi khusus yang sudah teruji dan tetap mengedepankan norma hukum, dan setiap efek hukum yang terjadi adalah tanggungjawab kami.
    Untuk Jasa Penagihan Hutang sistem pembayaran yang kami gunakan adalah sistem "Success Fee" berupa Persentase Dana yang dapat kami tagih. Succes Fee dibayar setelah tugas yang kami jalankan berhasil. Persentase Succes Fee dapat dinegosiasikan tergantung tingkat kesulitan yang dihadapi,
    Sedang untuk Jasa pengaman dapat dinegosiasikan sesuai dengan tingkat kesulitan yang akan dihadapi.
    Sampai saat ini cukup banyak Perusahaan ataupun Perorangan yang telah menggunakan Jasa kami dengan hasil yang sangat memuaskan.